BAB|11
Menggunakan Kalimat Tanya Secara Tertulis
A. Kalimat Tanya.
Kalimat tanya secara umum adalah kalimat yang disampaikan dengan maksud mendapat jawaban berupa informasi, penjelasan, atau pernyataan. jawaban atas kalimat tanya dapat berbentuk jawaban pendek atau panjang. kalimat tnya diucapkan dengan intonasi menaik pada suku kat akhir, dalam bentuk tulis ditandai dengan (?).
Kalimat tanya berfungsi untuk meminta jawaban berupa penjelasan, untuk menggali informasi, untuk klarifikasi, atau konfirmasi. kalimat tanya juga digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu yang disebut kalimat tersamar. selain itu ada juga kalimat tanya yang digunakan tanfa memerlukan jawaban yang disebut kalimat tanya retoris. Berikut ini adalah contoh-contoh keragaman kalimat tanya:
1. Apakah anda bersedia ditugaskan disini (konfirmasi)
2. Bagaimana perasaannya hanya tuhan yang tahu (retorik)
B. Ciri Kalimat Tanya
Cirri kalimat tanya adalah :
1. Pemakaian kata tanya : apa, dimana bagaimana, mengapa
contoh:
- Apa anda sudah berpengalaman di bidang mesin ?
- Dimana buku catatan B. Indonesia itu Nani ?
- Bagaimana keadaan Pak RT sekarang sakitnya udah mendingan ?
2. Pemakaian kata bukan atau tidak
contoh:
-Bukankah ini dompet Kamu yang waktu itu hilang ?
-Tidakah dia merasa aneh dengan sikapmu ?
3. Pemakaian klitika-kah pada predikat kalimat yang diubah susunan nya SP-PS
contoh:
1.a. Lala pergi tahun ini
1.b. Pergikah Ia tahun ini ?
2.a. Ia sidah pulang
2.b. Sudah pulangkah Ia ?
4. Pemakaian intonasi naik pada suku kata akhir
Contoh:
- Kakaknya terlibat pembunuhan
- Kakaknya terlibat pembunuhan ?
- Dia pergi ke warung
- Dia pergi ke warung ?
C. Jenis Kalimat Tanya Dan Kata Tanya
1. kalimat Tanya klarifikasi (penegasan) dan konfirmasi (penjernihan)
Ialah kalimat tanya yang disampaikan kepada orang lain untuk tujuan mengukuhkan dan memperjelas persoalan yang sebelumnya telah diketahui oleh penanya.
Contoh kalimat Tanya klarifikasi :
- Benarkah saudara yang memimpin penelitianmu/
Contoh kalimat Tanya konfirmasi
- Apakah ini kunci mobil saudara?
2. kalimat Tanya retoris
Kalimat tanya retoris adalah kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban/ tanggapan langsung. Pertanyaan dikemukakan dengan bermacam- macam maksud sesuai dengan pokok pembicaraan. kalimat tanya retoris biasanya digunakan dalam pidato, khutbah/ orasi. Pertanyaan retoris bertujuan untuk member semangat, memotivasi.
Contoh kalimat retoris:
- Apakah kita tega membiarkan mereka kelaparan?
3. Kalimat tanya tersamar
Kalimat tanya tersamar adalah bentuk kalimat Tanya yang mengacu pada bermacam maksud.
Contoh:
1. Tujuan meminta:
- Bolehkah saya tahu siapa namamu?
2. Tujuan mengajak:
- Bagaimana kalau kamu ikut dalam perlombaan sains antar sekolah?
3. Tujuan memohon:
- Apakah kamu bersedia menerima lamaran saya?
4. Tujuan menyuruh:
- Maukah kamu membuatkanku kopi?
5. Tujuan merayu:
- Kapan saya bisa mengajak kamu jalan-jalan?
6. Tujuan menyindir:
- Begini caranya kamu berterima kasih?
7. Tujuan menyanggah:
- Bagaimana jika kita mencari cara lain?
8. Tujuan meyakinkan:
- Mestikah saya bersumpah dihadapanmu? 9. Tujuan menyetujui: - Apa pantas hal ini saya abaikan?
4. jenis kalimat tanya biasa Kalimat tanya biasa adalah kalimat tanya yang menggali informasi kalimat informasi biasanya menggunakkan 5W+1H
Contoh penggunaan di dalam kalimat:
- Apa yang menyebabkan terjadinya kebakaran ini?
A. Kalimat Tanya.
Kalimat tanya secara umum adalah kalimat yang disampaikan dengan maksud mendapat jawaban berupa informasi, penjelasan, atau pernyataan. jawaban atas kalimat tanya dapat berbentuk jawaban pendek atau panjang. kalimat tnya diucapkan dengan intonasi menaik pada suku kat akhir, dalam bentuk tulis ditandai dengan (?).
Kalimat tanya berfungsi untuk meminta jawaban berupa penjelasan, untuk menggali informasi, untuk klarifikasi, atau konfirmasi. kalimat tanya juga digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu yang disebut kalimat tersamar. selain itu ada juga kalimat tanya yang digunakan tanfa memerlukan jawaban yang disebut kalimat tanya retoris. Berikut ini adalah contoh-contoh keragaman kalimat tanya:
1. Apakah anda bersedia ditugaskan disini (konfirmasi)
2. Bagaimana perasaannya hanya tuhan yang tahu (retorik)
B. Ciri Kalimat Tanya
Cirri kalimat tanya adalah :
1. Pemakaian kata tanya : apa, dimana bagaimana, mengapa
contoh:
- Apa anda sudah berpengalaman di bidang mesin ?
- Dimana buku catatan B. Indonesia itu Nani ?
- Bagaimana keadaan Pak RT sekarang sakitnya udah mendingan ?
2. Pemakaian kata bukan atau tidak
contoh:
-Bukankah ini dompet Kamu yang waktu itu hilang ?
-Tidakah dia merasa aneh dengan sikapmu ?
3. Pemakaian klitika-kah pada predikat kalimat yang diubah susunan nya SP-PS
contoh:
1.a. Lala pergi tahun ini
1.b. Pergikah Ia tahun ini ?
2.a. Ia sidah pulang
2.b. Sudah pulangkah Ia ?
4. Pemakaian intonasi naik pada suku kata akhir
Contoh:
- Kakaknya terlibat pembunuhan
- Kakaknya terlibat pembunuhan ?
- Dia pergi ke warung
- Dia pergi ke warung ?
C. Jenis Kalimat Tanya Dan Kata Tanya
1. kalimat Tanya klarifikasi (penegasan) dan konfirmasi (penjernihan)
Ialah kalimat tanya yang disampaikan kepada orang lain untuk tujuan mengukuhkan dan memperjelas persoalan yang sebelumnya telah diketahui oleh penanya.
Contoh kalimat Tanya klarifikasi :
- Benarkah saudara yang memimpin penelitianmu/
Contoh kalimat Tanya konfirmasi
- Apakah ini kunci mobil saudara?
2. kalimat Tanya retoris
Kalimat tanya retoris adalah kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban/ tanggapan langsung. Pertanyaan dikemukakan dengan bermacam- macam maksud sesuai dengan pokok pembicaraan. kalimat tanya retoris biasanya digunakan dalam pidato, khutbah/ orasi. Pertanyaan retoris bertujuan untuk member semangat, memotivasi.
Contoh kalimat retoris:
- Apakah kita tega membiarkan mereka kelaparan?
3. Kalimat tanya tersamar
Kalimat tanya tersamar adalah bentuk kalimat Tanya yang mengacu pada bermacam maksud.
Contoh:
1. Tujuan meminta:
- Bolehkah saya tahu siapa namamu?
2. Tujuan mengajak:
- Bagaimana kalau kamu ikut dalam perlombaan sains antar sekolah?
3. Tujuan memohon:
- Apakah kamu bersedia menerima lamaran saya?
4. Tujuan menyuruh:
- Maukah kamu membuatkanku kopi?
5. Tujuan merayu:
- Kapan saya bisa mengajak kamu jalan-jalan?
6. Tujuan menyindir:
- Begini caranya kamu berterima kasih?
7. Tujuan menyanggah:
- Bagaimana jika kita mencari cara lain?
8. Tujuan meyakinkan:
- Mestikah saya bersumpah dihadapanmu? 9. Tujuan menyetujui: - Apa pantas hal ini saya abaikan?
4. jenis kalimat tanya biasa Kalimat tanya biasa adalah kalimat tanya yang menggali informasi kalimat informasi biasanya menggunakkan 5W+1H
Contoh penggunaan di dalam kalimat:
- Apa yang menyebabkan terjadinya kebakaran ini?
Comments